Make your own free website on Tripod.com
 
WEBSITE INI MULAI SAYA RANCANG 17-05-2008 SAMPAI SEKARANG (KRITIK DAN SARAN SAYA TUNGGU).              SEMOGA BERMANFAAT BAGI PENGUNJUNG.               === UNTUK SUB SITUS KPPN BOJONEGORO, SAYA SISIPKAN DENGAN TUJUAN AGAR KARYAWAN YANG PERNAH DINAS DI KPPN BOJONEGORO TETAP BISA MENGETAHUI PERKEMBANGAN.               DAN SEMOGA BISA MENJADI INSPIRASI TEMAN-TEMAN UNTUK MENDESAIN ULANG SITUS YANG BELUM SEMPURNA INI===

 

HOME

PROFIL Drs. RATOYO

SUBBAG/SEKSI

KEGIATAN / GALERI FOTO

 (crito ngalor ngidul) 
PELESIR  KELUARGA YANG DIRINDUKAN
      Keceriaan tampak pada anak-anak yang akan berangkat wisata ke
Yogyakarta 23/12/2007, mereka pada berjalan kesana kemari sambil tertawa ria menunggu persiapan untuk berangkat di depan KPPN. Mereka memperhatikan peserta wisata yang sibuk menata tas besar-besar dan barang bawaan lainya tak terkecuali orang tua mereka sendiri. Sesekali panitia dan kru dari biro perjalanan wisata saling berkoordinasi untuk suksesnya wisata.
     Suasana mendung dan sesekali hujan rintik-rintik mengawali keberangkatan rombongan KPPN Bojonegoro yang start ±jam 07.10 wib menuju tempat wisata Yogyakarya, diawali doa di dalam bus secara spontanitas oleh ustadz Slamet. Sepanjang jalan Bojonegoro - Ngraho bergelombang sehingga membuat kurang nyaman di dalam bus, bisa membuat mual di perut dan pusing kepala. Itulah bukti pembangunan di Bojonegoro yang selama lima tahun terakhir jalan ditempat tapi uang diserap. Semoga lima tahun ke depan (2008-2013) sudah bagus. Maaf tidak promosi. Tapi lumayan bisa membuat sebagian peserta tidak ngantuk, soalnya yang sebagian peserta duduk di bus langsung tertidur (ngalih turu).
     Beriringan tiga bus melewati jalan berkelok-kelok sepanjang Ngraho Ngawi yang pemandangannya lumayan mengasyikkan. Bisa membuat fresh pikiran melepaskan rutinitas di kantor, yang sejak berdiri 1982 s.d. 2007 (25 tahun) baru dua kali ada wisata bersama keluarga yang diselenggarakan secara resmi oleh kantor. Ini pemecah rekor bila dibanding dengan kantor-kantor di Bojonegoro yang sering mengadakan rekreasi bersama. Kacian dech lu.
     Kembali ke suasana perjalanan Ngraho Ngawi, banyak pemandangan khas pedesaan, pak tani sudah pada beraktivitas di ladang, meskipun gerimis. Mereka giat mencangkul, ada juga yang di bantu sapi untuk membajak sawah yang sekeliling persawahan kelihatan tanaman hijau.
       Disepanjang jalan dan halaman rumah berserakan dangkel jati (djanggleng ?), souvenir-souvenir jati yang siap dijual. Memang Ngraho banyak kayu jati, tapi kita harus prihatin karena yang menguasai kayu jati hanya orang beruit dan penguasa. Banyak rumah di dekat hutan jati tapi rumahnya hanya dari kulit jati (gelam) dan kulit bambu, kontras memang.
     Jam 09.00 wib rombongan tiba di Rumah Makan PJ II yang letaknya beberapa kilo meter ke barat dari
kota Ngawi, mengambil nasi kotak untuk makan siang. Perjalanan dilanjutkan dalam suasana masih mendung dan sampai di Sragen ±10.30 wib. Bus terus berjalan melewati Solo, Klaten, Prambanan, Jogja dan pada jam 14.00 tiba di pantai Parangtristis.

Parangtritis
     Masih ingat gempa Jogja ? Sepanjang perjalanan Jogja Parangtritis masih bisa dilihat sisa-sisa bangunan korban gempa. Ada bangunan masih terlihat ambruk belum dibetulkan dan banyak bangunan yang retak-retak dan hanya ditambal semen saja.
     Pantainya luas dan yang sebagian pantai dibatasi dengan tebing yang menjulang. Ombak bergulung-gulung menyambut para wisatawan di pantai Parangtritis, anak kecil sampai orang dewasa banyak yang bermain air laut diiringi canda ria menanti datangnya ombak yang akan menerpa badan mereka. Bagi yang tidak ingin bermain air bisa naik kuda dan dokar yang rutenya sepanjang pantai. Kesempatan bagi yang tak sempat naik dokar dikampung. Tak terkecuali si Memet sejak datang sampai semua rombongan meninggalkan pantai masih bermain air, seluruh celananya basah dan sepertinya tidak tega meninggalkan pantai.  
     Tambah sore ombak juga tambah besar sehingga pengunjung yang berenang jauh dari pantai mulai dihalau oleh tim SAR yang selalu memantau perkembangan air laut.
     Lelah bermain air dan berenang bagi yang dahaga, bisa minum es degan yang disajikan langsung dalam tempurung di kedai yang dijajakan sepanjang pantai. Jam 17.00 perjalanan dilanjutkan ke
kota Yogyakarta dan tiba di hotel jam 18.30
Becak Wisata yang menyesatkan.
     Di depan hotel banyak becak wisata yang sudah menanti. Tanpa menghiraukan tujuan dan tanpa menanyakan tujuan calon penumpang mereka menawarkan harga, “tarip seperti temannya tadi”, lha teman tadi taripnya berapa ? Wach bingung.
     Ke Malioboro pak. Becak mulai di onthel menyusuri jalan-jalan dikota Jogja, sampai di dagadu dan batik (kaget, kok kesini, ya mungkin malioboro nanti) selesai belanja dipaksa dan dirayu untuk ke bakpia pathok. Padahal tiga tempat tersebut bukan tujuan, tapi tujuan utamanya ke Malioboro. Karena belum tahu rute ke Malioboro, ya nurut saja. Mungkin tukang becak di Jogja sudah kompromi dengan toko-toko tersebut.

Apa itu Malioboro ?
     Tiba di area Malioboro ± jam 20.30 wib dengan jalan kaki, dengan tujuan ingin membuktikan artikel-artikel di media massa tentang Malioboro yang beraktivitas dua puluh empat jam dan segala kebutuhan ada. Tengok kiri kanan mana kelebihan Malioboro,  ternyata PKL dan pedagang lesehan baru mulai buka dasaran di depan dan di emperan toko dan mungkin jam sepuluh malam pedagangnya baru lengkap. Mulai pedagang souvenir yang bermodal lima puluh ribu rupiah sampai ratusan ribu rupiah ada disitu. Macam-macam yang dijajakan, mulai tali gelang, kacamata, tempat hp, sego liwet, wedang ronde, gudek, brem, batik dan lain-lain. Yang pasti sebenarnya tidak beda jauh dengan PKL ditempat lain.

Paginya (24/12/2007)
     Di hotel juga tersedia kolam renang, sehingga bangun tidur yang senang renang bisa langsung berenang di kolam depan kamar. Jam setengah tujuh sarapan pagi berupa nasi goreng + ceplok yang disediakan hotel sudah siap untuk di santap, jadi cocok bagi yang selesai renang.

Kota Gede dan Kraton

     Jam 08.00 keluar hotel menuju ke Kota Gede untuk mengunjungi Galeri Kerajinan Perak di Tom’s Silver. Tom’s Silver ternyata tidak sesuai namanya yang khusus perak. Ternyata 40% produk bahan perak dan yang  60% produk dari bahan kulit hewan, salah satunya wayang kulit. Produk dari bahan kayu terdiri dari patung, wayang golek dll. Tapi harga barangnya mahal-mahal.
     Untuk di lokasi kraton terdiri dari bermcam-macam bangunan bersejarah, salah satunya rumah angker yang tidak dibuka untuk umum. Konon ceritanya rumah tersebut khusus digunakan raja untuk menjamu teman, tamu-tamu belanda pada jaman penjajahan untuk bermabuk-mabukan (menenggak minuman keras).

Kandang macan
     Masih disekitar kraton Jogja. Inilah yang sangat memprihatinkan, penyedia jasa tempat sholat dekat parkir bus di pojok aloon-aloon kraton Jogja. Tempat sholat tersebut memanfaatkan sekeliling empernya bekas kandang macan dengan ukuran ± 4x4 m2 yang jeruji besinya sebesar jempol kaki dengan pintu yang tergembok besar. Sedang di dalam kandang ditempati tiga ekor kucing yang terlelap tidur dan onggokan barang rongsokan serta debu yang tebal melekat di lantai. Terenyuh rasanya sebagai umat Islam, menggunakan sarana menghadap Allah SWT yang begitu tidak layak.

 
Kaliurang
     Puncaknya wisata ke Kaliurang yang berada di kaki gunung Merapi, tapi udaranya tidak begitu dingin. Fasilitas yang ada antara lain kereta kelinci, arena bermain anak-anak dan sepeda air.
     Untuk melihat air terjun harus berjalan masuk dengan jalan menanjak. Selama perjalanan menuju air terjun banyak dijumpai kera-kera yang bergelantungan dipohon seakan-akan menyapa pengunjung yang datang. Sebenarnya bukan air terjun, hanya air mengalir melalui tebing saja dan airnya hanya sedikit sekali.
     Di lokasi itu ada jasa pelukis kilat (bukan foto kilat), jadi pengunjung bisa memesan lukisan diri dalam waktu lima belas menit jadi. Sambil memandangi keindahan alam sekitar dan ditemani monyet-monyet, peminat berdiri kaku untuk digambar.
     Setelah dari Kaliurang ± jam 17.00 wib melanjutkan perjalanan ke toko oleh-oleh bakpia pathok kemudian ke rumah makan di sekitar Prambanan. Selesai melaksanakan sholat dan makan rombongan bersiap-siap pulang pada jam 19.00 wib
     Semua lokasi wisata telah dikunjungi sesuai rencana, semuanya berjalan lancar dan kepuasan nampak terlihat. Secara umum tidak ada yang kecewa, ini terlihat tidak adanya kasak-kusuk dan rasan-rasan diantara peserta, dan Alhamdulillah selamat sampai di Bojonegoro jam 00.30 wib.
                                                                                               

17’12’07

                                                                                              060073000

 
   
   
   
   
   
   
   
   
 

MENTARI NET

 

PEREMPATAN BALEN BOJONEGORO
BUKA 08.00 S.D. 22.00

   

Copyright©052008 JZ13MGS

All rights reserved.  
 

HOME

ABOUT US

ADVENTURE

 

http://pelesir.tripod.com  Situs untuk menyalurkan hobby, dakwah, koleksi, komunitas, pengetahuan dan untuk menambah wawasan serta inspirasi.