Make your own free website on Tripod.com
 
WEBSITE INI MULAI SAYA RANCANG 17-05-2008 SAMPAI SEKARANG (KRITIK DAN SARAN SAYA TUNGGU).              SEMOGA BERMANFAAT BAGI PENGUNJUNG.               === UNTUK SUB SITUS KPPN BOJONEGORO, SAYA SISIPKAN DENGAN TUJUAN AGAR KARYAWAN YANG PERNAH DINAS DI KPPN BOJONEGORO TETAP BISA MENGETAHUI PERKEMBANGAN.               DAN SEMOGA BISA MENJADI INSPIRASI TEMAN-TEMAN UNTUK MENDESAIN ULANG SITUS YANG BELUM SEMPURNA INI===

 

HOME

PROFIL Drs. RATOYO

SUBBAG/SEKSI

KEGIATAN / GALERI FOTO

PELESIR KE GUNUNG BROMO
      Kali ini KPPN Bojonegoro mengadakan pelesir terbatas ke gunung Bromo yang diikuti sebelas orang ditambah satu mobil kijang keluarga pak Ratoyo. Dengan segala perlengkapan pelesir ke gunung yang sudah disiapkan mulai sarung tangan, kaos kaki, penutup kepala ala ninja, jaket, balsem dan lain-lain, rombongan berangkat tanggal 25-07-2008 jam 19.45 wib.
     Dari Probolinggo dengan menyusuri jalan yang terus menanjak dan berkelok-kelok dalam kegelapan rombongan tiba di pos 2 (Ngadisari) dan menemui rombongan pak Priyadi KPPN Bondowoso (yang dulu di KPPN Bojonegoro) sudah menunggu, dengan membawa oleh-oleh khasnya "tape Bondowoso". Dirasa berbincang-bincang dengan pak Pri dan teman-teman dari KPPN Bondowoso cukup, kami melanjutkan perjalanan tapi pak Pri bersama rombongan melanjutkan tidur.
     Dari pos 2 Ngadisari kami menyewa tiga Hard Top untuk pelesir ke gunung Penanjakan dan ke gunung Bromo, Rp 275.000,- setiap Hard Top yang memuat enam orang pulang pergi. Dalam menyewa Hard Top tidak perlu tergesa-gesa, karena jumlahnya 130 unit dan dalam satu hari rata-rata dapat antrean satu kali mengangkut wisatawan yang pelesir.

Gunung Penanjakan
    
Perjalanan pelesir menuju Penanjakan dari Ngadisari kira-kira 20 kilometer, menyusuri lautan pasir dan tebing dengan jalan yang terus naik didalam kegelapan pagi. Tapi anehnya selama perjalanan sampai di puncak Penanjakan tidak ada kabut. Ya mungkin tanda kalalu alam kita sudah rusak. Sesampainya di puncak Penanjakan (suhu antara "02 sampai 20" derajat, dari berbagai sumber), bagi yang tidak membawa jaket bisa menyewa dan yang tidak membawa sarung tangan dan tutup kepala bisa beli langsung.
     Di puncak Penanjakan inilah kita menunggu matahari terbit (sunrise), bersama wisatawan asing ditrap-trap tribun yang masih dalam pembangunan. Disini kita merasakan bersatu, berkumpul bersama orang berbagai bangsa dengan satu tujuan mengagumi, menikmati, mensyukuri ciptaan Allah SWT yang tidak ada tandingannya ini. Selain melihat sunrise, di Penanjakan yang punya ketinggian (2770m dpl} juga untuk melihat gunung Bromo, gunung Batok, gunung Kursi sebagai background terlihat gunung Semeru yang menjulang tinggi yang seriap 15 menit batuk mengeluarkan asap. Lokasi di puncak Penanjakan selain jadi rebutan wisatawan juga jadi rebutan oleh operator seluler untuk mendirikan antenna yang menjulang tinggi.
      
Gunung Bromo
    
Dari gunung Penanjakan selanjutnya turun kembali ke lautan pasir, untuk pelesir ke gunung Bromo kira-kira melalui lautan pasir sepanjang 2000 meter. Bagi yang malas jalan kaki menuju gunung Bromo bisa menyewa kuda sekitar Rp 25.000,- sekali jalan. Selanjutnya naik anak tangga (bukan naik kuda) sekitar 250 jumlahnya. Di puncak gunung Bromo (2390m dpl) kita bisa melihat lautan pasir seluas kira-kira 5.200 hektar dan bisa melihat puncak gunung Penanjakan yang tadi kita injak.
     Di gunung Bromo sudah tidak dingin lagi, seperti yang penulis rasakan pada tahun 1990. Kala itu dalam perjalanan (jalan kaki) badan sudah kedinginan dan hidung meler serta tersumbat. Kali ini harus melepas tiga jaket yang penulis kenakan, akhirnya malah repot bawa jaket. Jadi kalau hanya ke gunung Bromo pakai t-shirt saja, yang penting bawa sapu tangan untuk menutup hidung dan mulut dari debu lautan pasir campur tai kuda (ingat di Sarangan) yang berterbangan karena diaduk oleh kaki manusia dan kaki kuda.
     Kami bertemu kembali dengan rombongan pak Priyadi yang mau pulang di lautan pasir, yang juga dibangun Pura untuk upacara adat agama Hindu antara lain Kasada.
     Inilah pelesir penulis bersama pak Ratoyo (Gusdur 08) yang terakhir kali, karena beliau tanggal 01 Agustus 2008 mundur atau pensiun, jadi sudah tidak di Bojonegoro lagi. Tapi semoga masih kangen Bojonegoro dan mengajak pelesir lagi bersama keluarga besar KPPN Bojonegoro.

27-07-08
        
060073000      

 

 

 

 

KEGIATAN MENJELANG
PAK RATOYO PENSIUN

PELESIR

1. LOMBA ANTAR SEKSI KE JOGJA 23-12-2007
2. PELESIR KE TELAGA
    SARANGAN
 
3. PELESIR KE BROMO  

BERITA

 
KPPN BOJONEGORO PERINGKAT 8
SE INDONESIA UNTUK LKPP 2007

 

 
 

 

   

Copyrightę052008 JZ13MGS

All rights reserved.  
 

HOME

ABOUT US

ADVENTURE

 

http://pelesir.tripod.com  Situs untuk menyalurkan hobby, dakwah, koleksi, komunitas, pengetahuan dan untuk menambah wawasan serta inspirasi.